
Konon, dalam legendanya, suku ini berasal dari daerah Gunung Merapi di Sumatra Barat yang terpaksa bermigrasi dan menetap di pedalaman hutan Indragiri, karena terdesak oleh penyebaran Agama Islam yang berkembang pada saat itu. Keberadaan suku ini sampai sekarang cenderung masih terisolir dan sulit dijangkau sarana transportasi dan komunikasi. Akibatnya, suku ini relatif sulit bersentuhan dengan kebudayaan luar.
Pola kehidupan sehari-hari Suku Talang Mamak memang terbilang masih sangat sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari, suku ini banyak menggantungkan hidupnya pada hasil hutan yang mereka huni, seperti berburu, menangkap ikan, dan mengambil hasil hutan non-kayu. Namun, ada juga yang sudah mulai mengolah sumberdaya hutan dengan cara berladang, menyadap karet, dan bercocok tanam. Kegiatan berladang suku pedalaman ini umumnya dilakukan dengan cara berpindah-pindah dan permukimannya masih bersifat menyebar.
Selain itu, suku ini juga terkenal masih sangat memegang kuat adat-tradisinya. Hal ini bisa dilihat dari cara pelaksanaan ritual-ritual adat yang berbeda dengan suku-suku lainnya. Mereka juga masih percaya adanya kekuatan gaib/magis yang bersemayam di dalam kawasan hutan. Karena kepercayaan inilah, Suku Talang Mamak sangat yakin bahwa hutan mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial dan harus dijaga kelestariannya. Rata-rata suku ini masih menganut agama lama (animisme), walaupun ada juga yang sudah menganut agama Islam dan Kristen. Namun, dalam tata-cara peribadatannya suku ini masih tetap mempertahankan ritual-ritual adat lama.
Selain itu, di pedalaman suku ini masih terdapat benda-benda bersejarah peninggalan nenek moyang mereka, seperti Baju Bersyahadat dan Pedang Perantas yang merupakan tanda kebesaran Patih Suku Talang Mamak, serta makam Suku Talang Mamak yang berbentuk nisan yang terbuat dari kayu dan disusun menyerupai atap. Para pengunjung juga dapat menyaksikan upacara-upacara ritual suku ini yang masih kental dengan tradisi adatnya, seperti Gawai (pesta pernikahan), Kemantan (pengobatan penyakit), Tambat Kubur (upacara 100 hari kematian), upacara Khitan, atraksi sabung ayam, pencak silat, serta upacara Naik Tambak.
Kawasan Suku Talang Mamak terletak di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Idragiri Hulu, Propinsi Riau.
Pedalaman Suku Talang Mamak yang terletak di Kecamatan Kelayang ini dapat dicapai menggunakan jalur darat dari Kota Rengat (Ibukota Indragiri Hulu) dengan memakan waktu sekitar 3 jam dalam kondisi tidak hujan. Namun, jika dalam keadaan hujan perjalanan bisa menjadi lebih lama dan sulit, karena jalan menuju kawasan tersebut licin dan berlumpur.
Sumber: http://www.wisatamelayu.com/id/tour/525-Suku-Talang-Mamak/navcat