Showing posts with label Lombok. Show all posts
Showing posts with label Lombok. Show all posts

TARI CACI - TARIAN PERANG NTT

Caci atau tari Caci atau adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Caci merupakan tarian atraksi dari bumi Congkasae- Manggarai. Hampir semua daerah di wilayah ini mengenal tarian ini. Kebanggaan masyarakat Manggarai ini sering dibawakan pada acara-acara khusus. Tarian Caci Caci berasal dari kata ca dan ci. Ca berarti satu dan ci berarti uji. Jadi, caci bermakna ujian satu lawan satu untuk membuktikan siapa yang benar dan salah dan merupakan ritual Penti Manggarai.


Tari Caci adalah ritual Penti Manggarai. Upacara adat merayakan syukuran atas hasil panen yang satu ini dirayakan bersama-sama oleh seluruh warga desa. Bahkan ajang prosesi serupa juga dijadikan momentum reuni keluarga yang berasal dari suku Manggarai. Tari ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja) dan ritual tahun baru (penti) , upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting.


Ritus penti dimulai dengan acara berjalan kaki dari rumah adat menuju pusat kebun atau Lingko, yang ditandai dengan sebuah kayu Teno. Di sini, akan dilakukan upacara Barong Lodok, yaitu mengundang roh penjaga kebun di pusat Lingko, supaya mau hadir mengikuti perayaan Penti. Lantas kepala adat mengawali rangkaian ritual dengan melakukan Cepa atau makan sirih, pinang, dan kapur. Tahapan selanjutnya adalah melakukan Pau Tuak alias menyiram minuman tuak yang disimpan dalam bambu ke tanah. 

Urutan prosesi tiba pada acara menyembelih seekor babi untuk dipersembahkan kepada roh para leluhur. Tujuannya, supaya mereka memberkahi tanah, memberikan penghasilan, dan menjauhkan dari malapetaka. Para peserta pun mulai melantunkan lagu pujian yang diulangi sebanyak lima kali. Lagu itu disebut Sanda Lima. 

Usai itu, rombongan kembali ke rumah adat sambil menyanyikan lagu yang syairnya menceritakan kegembiraan dan penghormatan terhadap padi yang telah memberikan kehidupan. Ritual Barong Lodok yang pertama ini dilakukan keluarga besar yang berasal dari rumah adat Gendang. Upacara serupa juga dilakukan keluarga besar dari rumah adat Tambor. Keduanya dipercaya sebagai cikal bakal suku Manggarai. 

Sebenarnya, ritual Barong Lodok juga disimbolkan untuk membagi tanah ulayat kepada seluruh anggota keluarga. Tanah yang bakal dibagikan itu mempunyai beragam perbedaan luas, tergantung status sosial. Pembagiannya disimbolkan dengan Moso, yakni sektor dalam Lingko yang diukur dengan jari tangan. Tanah tersebut dibagi berdasarkan garis yang mirip dengan jaring laba-laba. Tua Teno adalah satu-satunya orang yang memiliki otoritas membagi tanah tersebut.

Sehabis Barong Lodok, prosesi berlanjut ke ritual Barong Wae. Di sini, warga kembali akan mengundang roh leluhur penunggu sumber mata air. Menurut kepercayaan, selama ini roh leluhur itu telah menjaga sumber mata air, sehingga airnya tak pernah surut. Ritual ini juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, yang telah menciptakan mata air bagi kehidupan seluruh warga Desa. Korban yang dipersembahkan adalah seerkor ayam dan sebutir telur. 

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan ritual Barong Compang. Prosesinya dilakukan di tanah yang berbentuk bulat, yang terletak di tengah kampung. Roh penghuni Compang juga diundang mengikuti upacara penti di rumah adat pada malam hari. Suku Manggarai mempercayai, roh kampung yang disebut Naga Galo selama ini berdiam di Compang. 

Bagi suku Manggarai, peranan Naga Galo sangat penting dan amat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Alasannya, Naga Galo-lah yang telah melindungi kampung dari berbagai bencana. Mulai dari kebakaran, angin topan, bahkan bisa menghindarkan timbulnya kerusuhan di kampung. Ritual Barong Compang diakhiri dengan langkah rombongan yang masuk ke rumah adat, untuk melakukan upacara Wisi Loce. Di sana, mereka menggelar tikar, agar semua roh yang diundang dapat menunggu sejenak sebelum puncak acara Penti. 

Keluarga dari rumah adat Gendang dan Tambor melanjutkan acara Libur Kilo. Prosesi yang satu itu bertujuan mensyukuri kesejahteraan keluarga dari masing-masing rumah adat. Uniknya, upacara tadi dipercaya sebagai upaya membaharui kehidupan bagi seluruh anggota keluarga. Sebab dalam upacara itu, warga yang bermasalah, dapat membangun kembali hubungan keluarga supaya lebih baik lagi. 

Puncak acara Penti ditandai dengan berkumpulnya kepala adat kampung, ketua sub klen, kepala adat yang membagi tanah, kepala keluarga, dan undangan dari kampung lain. Mereka berdiskusi membahas berbagai persoalan berikut jalan keluarnya. 

Ritual Penti bukan satu-satunya ritual yang kerap dilakukan masyarakat suku Manggarai. Sebab masih ada Caci, olah raga tradisional yang dijadikan tradisi ritual menempa diri. Pentas kolosal pemuda setempat itu diyakini bisa terus menjaga jiwa sportivitas. Maklum, olah raga yang dilakukan tak lain dari pertarungan saling pukul dan tangkis dengan menggunakan pecut dan tameng. Pertarungan antardua pemuda tersebut selalu dipenuhi penonton dalam setiap pergelaran di lapangan rumput Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Sumber : http://mutyafika.blogspot.com/
PULAU KANAWA - SURGA DI TENGAH LAUTAN FLORES

PULAU KANAWA - SURGA DI TENGAH LAUTAN FLORES


Kanawa, pulau kecil yang begitu menawan dari Nusa Tenggara Timur. Berhias alam yang tenang, serta pantai, dan bawah lautnya yang indah memancarkan kecantikannya. Pulau ini terlihat bak mutiara yang berada di tengah birunya laut.

Pulau Kanawa merupakan pulau kecil yang terletak sekitar 10 km dari Labuan Bajo yang menjadi pintu gerbang Pulau Komodo. BIla ingin berkunjung ke Pulau Komodo, kita pasti melewati pulau ini. Pulau Kanawa sangat cocok untuk tempat bersantai, berjemur ataupun bersnorkeling dan diving.

Alam bawah lautnya sangatlah menawan. Kita tak perlu jauh-jauh mencari tempat snorkeling untuk dapat melihat terumbu karang, coral, school of fish, kura-kura, bintang laut, dan berbagai jenis anemon laut lainnya. Hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai kita sudah dapat menemukan semua keindahan itu. Di sisi kanan pulau ini juga masih terdapat sisa ganggang merah yang membuat di Pulau Kanawa ini sekilas terlihat berwarna pink. Jadi, tak hanya di Bahama, Indonesia juga memiliki pantai pink.

Bila ingin ke Pulau Kanawa, pengelola resort menawarkan shuttle boat gratis untuk para wisatawan dari Labuan Bajo. Untuk mengantar para tamu dari Labuan Bajo kapal disediakan pada pukul 12.00 WIT dan untuk mengantarkan kembali ke Labuan Bajo kapal siap dari Pulau Kanawa pada pukul 08.00 WIT. Namun, jika kita menginginkan waktu yang lebih fleksibel kita dapat menyewa kapal seharga Rp250.000,00. Untuk menjangkau pulau ini kita hanya memrlukan 1 jam saja perjalanan.

Di Pulau Kanawa terdapat 13 cottages yang berdesain minimalis tapi sangat romantis. Harga untuk standard room berkisar Rp300.000,00. Di setiap kamarnya terdapat kelambu dan hammock. serta untuk kamar mandinya memiliki konsep semi open bathroom.

Persediaan listrik dan air bersih di Pulau Kanawa masih sangat terbatas. Dimana pengisian air bersih hanya terdapat satu kali, yaitu sekitar pukul 16.00 WIT. Dan, untuk urusan listrik hanya bisa hidup dari pukul 18.00 WIT sampai 23.00 WIT. Namun, dengan adanya 'keterbatasan' ini di tengah malam kita dapat menyaksikan keindahan stargazing (rasi bintang) karena pulau tersebut benar-benar gelap gulita.

Tak hanya penginapan, di Pulau Kanawa juga terdapat restoran Starfish dan PADI diving center. Sekadar rekomendasi, makanan di restoran Starfish ini dikelola langsung oleh pihak resort. Menu seafood dan pizza-nya patut diacungi jempol, lho. Maklum, pengelola dari resort ini merupakan orang Italia. Dan, jika ingin mengeksplor kekayaan bawah laut Kanawa, terdapat tempat penyewaan alat-alat snorkel dan juga diving di PADI diving center.

Pulau Kanawa memang sangat cocok untuk sejenak pergi dari penatnya rutinitas hidup. Tinggal di Pulau Kanawa serasa tinggal di pulau pribadi. Ketenangannya, air lautnya yang biru dan jernih, keindahan bawah lautnya, serta keramahan yang ditawarkan Pulau Kanawa membuatku selalu ingin kembali ke sana.

Sumber : http://discover-wonderful-indonesia.blogspot.com

CIDOMO ALAT TRANSPORTASI TRADISIONAL LOMBOK


Cidomo atau kadang disebut Cimodok adalah alat transportasi tenaga kuda khas pulau Lombok, secara fisik kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang terdapat di pulau Jawa, hanya saja, penyebutan nama kendaraan ini, berbeda-beda, tergantung tempatnya. Cidomo merupakan singkatan dari cikar, dokar, mobil. Perbedaan utamanya dengan delman atau andong adalah alih-alih menggunakan roda kayu, cidomo menggunakan roda mobil bekas sebagai rodanya. Sampai saat ini alat transportasi ini masih menjadi sarana utama transportasi terutama pada daerah-daerah yang tidak dijangkau oleh angkutan publik dan daerah-daerah sentra ekonomi rakyat seperti pasar.

Cikar adalah alat angkut atau tempat angkut penumpang tanpa atap dan kuda. Sedangkan dokarnya adalah keseluruhan bagian termasuk atap. Sebutan mobil dipakai karena kendaraan ini bergerak dengan tenaga kuda sebagai alat transportasi. “Bergeraknya itulah yang membuat ia disebut mobil,” kata Muhasah, salah seorang tukang pembuat cidomo, di Kampung Tenges-enges, Dasan Tapen, Gerung, Lombok Barat.

Mengenai singkatan ini, memang sudah lama akrab di telinga masyarakat Mataram dan Lombok Barat, meskipun tidak ada keterangan pasti bahwa singkatan tersebut memang benar. Yang pasti, jika bertanya mengapa disebut cidomo, maka hampir semua yang ditanya menjawab, cikar, dokar, mobil.

Lain Lombok Barat dan Mataram, lain lagi Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima. Sebagian orang Lombok Tengah menyebut kendaraan ini sebagai cikar, meskipun sebagian lagi juga menamainya dengan cidomo. Yang unik, Lombok Timur menyebut kendaraan tradisional ini sebagai becak. Beberapa lainnya juga masih menyebut cidomo. “Sampai kantor Camat, naik saja becak,” ungkap Ana, mahasiswa asal Lombok Timur kepada kawannya lewat telepon. Ia pun menjelaskan, bagi orang Lombok Timur, becak yang dimaksud adalah cidomo.

Di Pulau Sumbawa orang menyebut kendaraan ini sebagai dokar dan benhur. Orang Sumbawa mengenal kendaraan yang dikendarai kusir ini dengan sebutan dokar. Sebutan ini sejak lama sudah dipakai, bahkan bisa dibilang sejak kendaraan ini menjadi transportasi tradisional masyarakat Sumbawa. Meskipun sama-sama berada di Pulau Sumbawa, orang Bima dan Dompu menamai kendaraan tradisional ini dengan sebutan benhur. Keberadaan kendaraan umum tradisional ini terbilang cukup banyak di NTB. Ribuan kusir mengantar penumpang dari satu tujuan ke tujuan lainnya, setiap hari di NTB. Menurut Drs. Anis Masyur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, saat ini ada sekitar 700-an cidomo yang beroperasi tiap hari di kota Mataram.

Jumlah ini ternyata telah terjadi penurunan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun 2004 lalu. Ketika itu jumlah cidomo di kota Mataram mencapai 2000 unit. Penurunan jumlah ini, menurut Anis, terjadi karena penurunan jumlah penumpang yang selama ini mengandalkan transportasi tradisional ini. “Penumpang beralih ke kendaraan pribadi yang jumlahnya juga meningkat. Keberadaan ojek yang sudah ada hampir di setiap perempatan-perempatan Kota Mataram juga ikut mempengaruhi,” tandasnya.

Dampaknya, banyak kusir cidomo yang beralih profesi, karena pemasukan yang dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penurunan penghasilan, mungkin dirasakan oleh sebagian kusir. Namun, bagi Nasrun dan kawan-kawannya, penghasilan mereka terbilang lumayan. Pasalnya, Nasrun dan beberapa kusir lainnya, memilih menjadi kusir cidomo di daerah wisata Senggigi dan Gili Trawangan serta gili-gili lainnya, di Lombok Barat.

Penghasilan kusir wisata ini terbilang besar. Untuk berkeliling dengan cidomo kawasan khusus wisata ini, wisatawan bisa mencarternya sekali jalan Rp 20 ribu hingga Rp 200 ribu. Dengan Rp 20 ribu, wisatawan bisa berkeliling Senggigi sekali jalan. Namun, jika ingin sampai ke kota Mataram, harga carter hingga Rp 200 ribu.

Sebanyak 16 cidomo khusus wisata di Senggigi ini, mengaku tidak terlalu sering bolak balik mengantar penumpang, karena harus menunggu wisatawan yang tidak setiap saat membutuhkan kendaraan tradisional ini. Sehari kadang-kadang tak memiliki penumpang, namun jika ada penumpang esoknya penghasilan bisa menutupi kebutuhan sebelumnya. “Jika harus dirata-ratakan, penghasilan sehari bisa untuk biaya perawatan, makanan kuda dan biaya hidup sekeluarga. Bahkan terkadang masih bisa disisihkan berupa tabungan untuk membeli aksesoris cidomo,” kata Nasrun.

Membentuk citra baik dengan aksesoris menjadi pertimbangan para kusir cidomo di kawasan wisata. Kesadaran para kusir terhadap kebersihan terbilang cukup baik. Kantong-kantong kotoran kuda selalu terlihat bersih. Begitu juga dengan jalan-jalan raya sepanjang Senggigi, bebas dari kotoran kuda. “Kalau ada kotoran kuda yang jatuh dan kami tidak menyadarinya, biasanya kembalinya dari mengantar tamu, kami bersihkan lagi,” imbuh Nasrun. Ini sudah disepakati bersama oleh pada kusir wisata ini.

Cidomo-cidomo wisata ini tidak beroperasi dari pagi, melainkan dimulai pada pukul 15.00 hingga malam hari. Tetapi, jika ada yang ingin berkeliling pada pagi hari, harus memesan terlebih dahulu. Mereka bebas mangkal di mana saja di kawasan Senggigi. Namun, ada aturan yang sudah disepakati bersama, yakni siapa yang lebih dulu mangkal, dialah yang akan mendapatkan penumpang terlebih dahulu baru diikuti oleh yang datang berikutnya.

Hal penting yang selalu diperhatikan kusir adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang. Maklum penumpang mereka adalah wisatawan dari berbagai negara. Hal inilah yang harus dibayar mahal penumpangnya

KAMPUNG SADE - KAMPUNG YANG MASIH PRIMITIV


Merupakan kesempatan satu-satu nya bagi saya bisa berkunjung di Kampung Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Perlu diketahui, di pulau lombok Sendiri tinggal 3 desa primitiv yang masih ada dan utuh yang masih dipelihara dan dipertahankan oleh pemerintah setempat.Merupakan kesempatan satu-satu nya bagi saya bisa berkunjung di Kampung Sade, Kabupaten Lombok Tengah. 

Perlu diketahui, di pulau lombok Sendiri tinggal 3 desa primitiv yang masih bertahan dan utuh dari dunia luar dan dari kemajuan teknologi, globalisasi , dan merupakan desa yang masih dipelihara dan dipertahankan oleh pemerintah Setempat. Perjalanan dari kota Mataram dengan kendaraan sepedamotor memakan waktu sekitar 2 jam.

Apa saja yang menarik di Desa sade Ini ??? berikut deskripsi nya :

Setelah kamu masuk pintu gerbang menuju kampung sade, kamu di sambut dengan guide-guide dari desa sade yang siap mengajak kami keliling desa dan menjelaskan keunikan- keunikan desa tersebut.

Di desa sade ada satu hal yang paling unik, yaitu dari segi bangunan rumah, karena : disetiap rumah di kampung sade, semua bagian rumah di olesi dengan “TAI KEBO” atau dalam bahasa indonesia “kotoran kerbau” , mulai dari pondasi bangunan, dinding dsb semuanya diolesi tai kebo setiap seminggu sekali.. ini merupakan adat suku setempat, yang mempunyai arti bahwa kerbau merupakan alat untuk kegiatan pekerjaan penduduk yang digunakan sehari-hari di sawah maupun ladang, sehingga untuk menghormatinya, digunakan kotorannya lah sebagai penghormatan.

Disini terdapat banyak sekali kerajinan- kerajinan yang unik, semisal :

1. Pernak- pernik berupa manik-manik, seperti kalung-kalung, gelangm cincin dsb.

2. Dijual berbagai macam baju-baju khas daerah sade, yang di rajut dan di tenun sendiri.

3. Berbagai macam kain tenun asli dan songket asli kerajinan desa sade, seperti sarung, taplak meja, kebaya dll. Saya sendiri pun membeli 2 helai sarung yaitu berwarna hitam ( bahan dari kapas asli dan pewarnaan direndam dengan arang ) dan warna kuning yang pewarnaannya dari kunyit.Dalam proses pewarnaan dan penenunan sarung-sarung ini,membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 bulan, “cukup lama bukan”.. Bagaimana dengan harga sarung ini, ya mereka menawarkan kepada saya dengan hari 150 dase , baca ” satus seket dase” ( bahasa sasak) dengan arti 150 ribu rupiah. Lumayan harga yang mahal. Jika anda ingin dengan harga yang terjangkau, anda bisa mengajak kenalan anda yang asli orang sasak yang tinggal di daerah laen, sehingga bisa menawar dengan bahasa sasak.



OBJEK WISATA DI LOMBOK


Objek Wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok seperti halnya pulau Bali memiliki beberapa objek wisata yang sangat indah dan berkelas internasional. Pulau Lombok sendiri tepat berada di sebelah timur pulau Bali. Bila sobat berada di Bali, sobat bisa menuju ke pulau Lombok melalui pelabuhan Padang Bai dengan menggunakan kapal ferry yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam.

Pulau Lombok
Atau bila sobat memiliki dana yang lebih, bisa melalui tanjung Benoa dengan menggunakan speedboat dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Berikut daftar objek wisata yang bisa sobat kunjungi di pulau Lombok :

1. Pantai Senggigi
Pantai ini terkenal dengan kejernihan air lautnya dan pasir putihnya. Banyak wisatawan yang memanfaatkan pantai ini untuk berwisata air seperti diving, snorkeling ataupun bermain kano. Kehidupan di pantai ini tidak pernah mati, meskipun malam hari masih terdengar alunan musik yang keluar dari berbagai kafe dan resto-restoyang ada disana.

Garis Pantai Senggigi
2. Pantai Gili Trawangan.
Pantai ini terletak di pulau Gili Trawangan yaitu salah satu dari tiga pulau kecil yang berada di sebelah barat laut Lombok. Seperti Senggigi, pantai ini juga terkenal dengan wisata airnya seperti diving dan snorkeling. Untuk menuju ke pantai ini bisa melalui pelabuhan Bangsal dengan lama perjalanan selama 1 jam.

Pantai Gili Trawangan
3. Pantai Kuta.
Pantai Kuta di pulau Lombok lebih asri dan alami dibanding dengan yang ada di Bali. Pantai ini terletak 70 km dari kota Mataram. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang berwarna putih bersih seperti butiran merica.

Pantai Kuta, Lombok
4. Gunung Rinjani.
Gunung ini memiliki ketinggian 3.726 meter dpl dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Di kawasan gunung ini terdapat danau Segara Anak.

Gunung Rinjani
5. Air Terjun Sendanggile.
Air terjun ini terletak di desa Senaru, kecamatan Bayan. Terdapat ratusan ekor monyet di sepanjang jalan menuju air terjun ini. Air terjun Sendanggile berasal dari mata air kaki gunung Rinjani. Airnya jernih dan bersih dan memiliki pemandangan yang luar biasa.

Air Terjun Sendang Gile
6. Taman Narmada.
Taman ini terletak 10 km sebelah timur kota Mataram. Dahulunya taman ini merupakan tempat peristirahatan dan pemandian keluarga raja. Di taman ini terdapat kolam yang airnya dipercaya bisa membuat awet muda dan panjang umur bagi siapa yang meminumnya.

Taman Narmada
7. Batu Bolong.
Terdapat Pura yang berdiri diatas karang yang menjorok kelaut. Dari tempat ini bila cuaca cerah bisa melihat gunung Agung yang ada di pulau Bali.

Batu Bolong
8. Praya.
Sebuah kota yang menjadi tujuan kedua setelah Mataram. Disini sobat bisa mengunjungi beberapa bangunan kuno peninggalan Belanda. Sedikit ke luar kota sobat bisa mengunjungi pusat kerajinan tanah liat di Penujak.

Sudut Kota Praya, Lombok
9. Sire Beach.
Sebuah taman laut yang memiliki gugusan batu karang yang eksotik dan berbagai spesies ikan yang bisa dilihat dengan mata telanjang di dalam air, berjarak 36 km dari kota Mataram.

Sire Beach