Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

10 Makanan Khas Palembang

Selain pempek dari palembang, ternyata palembang masih menyimpan beberapa makanan khas lainnya yang tentunya seru dan enak-enak juga. Berikut 10 makanan khas dari palembang :

1. PEMPEK



Pempek, makanan khas Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak - otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).



2. TEKWAN






Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.



3. MODEL




Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).



4. Laksan




Laksan, berbahan dasar pempek lenjer tebal, dipotong melintang dan kemudian disiram kuah santan pedas.



5. Celimpungan






Celimpungan, mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan yang lebih besar dan disiram kuah santan.



6. Tempoyak






Tempoyak, makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.



7. Kue Maksuba






Kue Maksubah, kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya.


8. MARTABAK HAR





Martabak HAR,adalah makanan Khas dari India yang dibawah oleh Haji Abdul Razak. Berbahan dasar tepung terigu, yang diberi telor bebek dan telor ayam,kuahnya berbahan kari kambing yang dicampur kentang.



9. Pindang Tulang


Pindang Tulang, berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat


10. Kue Srikayo






Kue Srikayo, berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.



sumber : http://www.forumku.com/archive/index.php?t-1541.html


Asal Mula Makanan Sate

Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.


Sate atau kadangkala ditulis satay atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi, babi, ikan, dan lain-lain) yang dipotong kecil-kecil,dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu (bergantung pada variasi resep sate).

Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, tetapi sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya. Versi Jepang disebut yakitori.

Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir segala jenis daging bisa dibuat sate. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia memiliki variasi resep sate yang kaya, lihat daftar sate :

Sate Ayam


Sate Ayam adalah makanan khas Indonesia. Sate Ayam dibuat dari daging Ayam. Pada umumnya sate ayam dimasak dengan cara dipanggang dengan menggunakan arang. Dan disajikan dengan pilihan bumbu kacang atau bumbu kecap.Sate ini biasanya disajikan bersama dengan lontong atau nasi.

Sate Buntel


Sate buntel, adalah sejenis sate yang dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus dengan lemak kambing lalu dibakar. Bumbu sate buntel terutama adalah merica dan kecap manis. Sate buntel merupakan makanan khas Surakarta

Sate Kerang


Sate kerang adalah makanan khas Indonesia terutama dari kota Surabaya. Sate kerang dibuat dari daging kerang. Unik bagi sate ini adalah bahwa daging kerang yang digunakan tidak dibakar atau dipanggang seperti layaknya sate lainnya, melainkan direbus. Sate ini biasanya disajikan bersama dengan lontong balap, kecap dan sambal.

Sate Kalong (memakai daging kerbau)


Sate kalong adalah makanan khas Cirebon. Sate ini terbuat dari daging kerbau yang dihaluskan dengan cara ditumbuk. Rasanya manis, hampir seperti dendeng. Disebut Sate Kalong karena, Penjual sate ini hanya keluar pada saat sore hari (seperti kalong yang keluar pada saat matahari hampir tenggelam) dan berjualan sepanjang malam. Ke khas-an penjualnya juga, mereka mengantungkan Genta (klenengan) sapi pada pikulannya. Sehingga bila mereka berjalan akan terdengar bunyi genta sapi itu.

Sate Lalat Terbuat dari daging kambing atau ayam


Sate lalat, atau dalam bahasa Madura biasa disebut sate laler, tidak dibuat dari lalat, melainkan dari daging kambing atau ayam, yang dipotong kecil-kecil sehingga kelihatan seperti lalat. Sate dari Pamekasan, Madura ini dibakar sekadarnya saja, tidak terlalu lama. Namun bumbu kacang dan kecapnya membuat sate ini terasa nikmat. Sate lalat biasanya dijual per ikat dan seikatnya terdiri dari 25 tusuk.

Sate Penyu


Sate penyu, adalah sejenis sate yang dibuat dari daging penyu. Sate ini terutama banyak disajikan dan dijajakan di Bali.

Beberapa tahun terakhir ini konsumsi sate penyu menurun karena masyarakat yang sering mengkonsumsi sate ini mulai mawas diri. Selain daging penyu berkolestrol tinggi, penyu juga merupakan hewan terlindung.

Sate Torpedo


Sate torpedo, adalah sejenis sate yang dibuat dari penis kambing. Sate ini dipercaya bisa meningkatkan potensi seksual pria, memang ada benarnya. Skrotum atau torpedo adalah tempatnya hormon seks jantan. Dengan mengonsumsinya, seseorang mendapat tambahan hormon seks sehingga ada kemungkinan potensi seksualnya meningkat.

Sate Babi


Sate babi adalah sejenis sate yang dibuat dari daging babi.

Sate Siput


Sate siput adalah sejenis sate yang dibuat dari siput.

 5 Hal yang Mesti Dicoba di Palembang

5 Hal yang Mesti Dicoba di Palembang

Traveling ke kota Palembang akan memberikan pengalaman menarik bagi penyuka sejarah nusantara dan juga pecinta kuliner. Jangan lewatkan lima hal berikut jika Anda berwisata ke sana.

1. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II


Orang bilang, tak kenal maka tak sayang. Mengunjungi museum ini bisa mendekatkan Anda pada sejarah panjang kota Palembang, yang keberadaannya telah tercatat sejak abad ke-6, di mana Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Dalam museum dikisahkan bagaimana pengaruh agama Buddha berkembang pesat di era-era awal Sriwijaya, sebelum akhirnya agama Hindu masuk ke Palembang. Ia juga mengisahkan tentang bagaimana, setelah Sriwijaya runtuh, Palembang dikuasai oleh bajak laut hingga 200 tahun lamanya. Kekuasaan para bajak laut baru berakhir setelah Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Cina beragama Islam, ‘membersihkan’ Palembang dengan bantuan Sultan Demak di Jawa. Sejak saat itu, pengaruh Islam berkembang pesat dan menjadi agama mayoritas hingga saat ini.

2. Jembatan Ampera


Jembatan Ampera terletak di Sungai Musi dan menghubungkan dua kawasan Palembang yang terpisah, yang dikenal dengan sebutan Palembang Ulu dan Ilir. Ia dibangun pada 1962 dan telah menjadi lambang kota Palembang sejak berdirinya. Jika pada siang hari Jembatan Ampera tak berbeda dengan jembatan umumnya, lain halnya jika Anda berkunjung di malam hari. Sejak pukul tujuh malam, kawasan di sekitar kaki jembatan akan berubah menjadi pasar malam. Para pedagang berjualan di sana, mulai dari menjajakan makanan hingga pakaian. Tak hanya itu, beragam hiburan untuk anak-anak juga tersedia, seperti becak yang ukurannya sesuai dengan tubuh anak-anak, mobil-mobilan, hingga kolam-kolam dadakan (terbuat dari plastik) yang berisi ikan-ikan mainan. Kerlap-kerlip lampu jembatan, lampu-lampu para pedagang, serta air mancur di lokasi membuat suasana kian meriah.

3. Pulau Kemaro


Jika Anda mengarungi Sungai Musi ke arah laut sejauh enam kilometer, Anda akan menemukan sebuah delta di sisi kiri sungai. Orang menyebutnya Pulau Kemaro. Di sana Anda akan menemukan satu kuil Buddha bernama Hok Tjing Bio, serta sebuah pagoda sembilan tingkat yang menjulang tinggi sejauh puluhan meter. Di pulau ini juga bersemayam seorang putri Palembang, Siti Fatimah. Menurut cerita rakyat, putri tersebut akan dinikahkan dengan seorang anak raja Cina, Tan Bun An. Keduanya meninggal tenggelam di laut, dan kuil di Pulau Kemaro dibangun untuk mengenang mereka.

4. Mie Celor


Salah satu  kekayaan kuliner Palembang yang tak banyak dikenal orang adalah mie celor. Secara fisik, mie yang digunakan dalam mie celor lebih tebal dari mie umumnya - meski tak sampai setebal udon. Akan tetapi, rahasia kelezatan mie celor justru terletak pada campuran kuah santan dan kaldu udang kering yang memberikan rasa gurih pada hidangan. Selain itu, citarasanya juga diperkaya dengan irisan telur rebus, seledri, daun bawang dan bawang goreng, serta toge. Tambahkan kerupuk untuk menyempurnakan santapan Anda. Mie celor paling populer di Palembang terletak di Pasar 26 Palembang Ilir.

5. Pempek


Makanan yang satu ini memang melekat erat dengan kota Palembang. Ia selalu menjadi buruan pecinta kuliner yang berkunjung ke sana, dan menjadi oleh-oleh wajib ketika pulang dari Palembang. Pun demikian, tentu saja tak semua pempek yang dijual di sana berkualitas prima. Di antara sekian banyak penjual pempek, beberapa merek seperti Pempek Pak Raden, Tinje, dan Pempek Candy patut dipertimbangkan.

Sumber : http://www.readersdigest.co.id/travel/destinasi/5.hal.yang.mesti.dicoba.di.palembang/006/001/99

Megibung - Tradisi Makan Bersama Orang Bali

Selain memiliki tempat wisata yang indah, Bali juga kaya dengan budaya dan tradisi unik. Beragam tradisi unik warisan leluhur terpelihara baik di Bali atau populer disebut Pulau Dewata. Salah satunya adalah tradisi megibung atau makan bersama dalam satu wadah yang juga dikenal dengan sebutan bancakan. Dalam tradisi ini semua peserta berbaur tanpa memandang status sosial ataupun kasta.



Tanpa disadari Megibung menjadi suatu maskot atau ciri khas Kabupaten karangasem.Tapi pada perkembangan berikutnya antara laki dan perempuan dipisahkan, tapi kalau masih dalam satu keluarga ataupun tetangga, mereka memilih bergabung.

Tradisi megibung ini dikenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Ketika pada saat itu, Karangasem dalam ekspedisinya menaklukkan Raja-raja yang ada di tanah Lombok. Ketika istirahat dari peperangan, raja menganjurkan semua prajuritnya untuk makan bersama dalam posisi melingkar yang belakangan dikenal dengan nama Megibung. Bahkan, raja sendiri konon ikut makan bersama dengan prajuritnya.

Saat ini kegiatan megibung kerap kali dapat dijumpai pada saat prosesi berlangsungnya Upacara Adat dan Keagamaan di suatu tempat di Karangasem. Seperti misalnya dalam Upacara Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Bhuta Yadnya, Rsi Yadnya dan Manusa Yadnya.



Pada kegiatan ini biasanya yang punya acara memberikan undangan kepada kerabat serta sanak saudaranya guna menyaksikan prosesi kegiatan upacara keagamaan tersebut. Sehingga prosesi upacara dapat berlangsung seperti yang diharapkan. Megibung dimulai dengan memasak aneka masakan tradisional secara bersama-sama mulai kanak-kanak hingga orangtua. 

Bahan yang diolah antara lain berbagai jenis daging dan ikan serta aneka macam sayuran. Semuanya diolah menjadi aneka macam lauk dan sayuran tradisional seperti ebatan atau lawar.

Sate juga menjadi makanan khas dalam tradisi megibung. Sate untuk megibung ini terdiri dari sembilan jenis yang melambangkan sembilan arah mata angin. Selain menyiapkan lauk dan sayur, warga juga menyediakan nasi putih yang akan dimakan bersama-sama.

Setelah selesai memasak, warga kemudian menyiapkan makanan itu untuk disantap. Nasi putih diletakkan dalam satu wadah yang disebut gibungan, sedangkan lauk dan sayur yang akan disantap disebut karangan atau selaan.

Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan saat acara megibung, sebelum makan kita harus cuci tangan terlebuh dahulu, tidak menjatuhkan remah/ sisa makanan dari suapan , tidak mengambil makanan disebelah kita,  jika salah satu sudah merasa puas dan kenyang dilarang meninggalkan temannya, walaupun aturan ini tidak tertulis tapi masih diikuti peserta makan megibung.

Tradisi megibung tidak hanya dilakukan oleh orang Karangasem dan Lombok yang beragama Hindu. Komunitas Muslim di Karangasem, seperti Kecicang, Saren Jawa dan Tohpati, juga biasa menggelar acara megibung. Tentu lauk pauknya tidak menggunakan daging babi.
10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa.


1. Banda Aceh

Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.

2. Padang

Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.

3. Medan

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.

4. Jakarta

Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.

5. Bogor

Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.

6. Bandung

Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.

7. Yogyakarta

Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.

8. Surabaya

Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.

9. Denpasar

Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.

10. Makassar

Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.

Sumber : http://www.triptrus.com/news/10-kota-tempat-berburu-makanan-buka-puasa
NGEJOT - TRADISI LEBARAN DI BALI

NGEJOT - TRADISI LEBARAN DI BALI

Meskipun Bali mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, namun tradisi Lebaran di Pulau Dewata tidak kalah dengan daerah lain. Umat Islam di Bali memiliki tradisi Ngejot di saat hari raya Idul Fitri. Ngejot adalah tradisi memberikan makanan kepada tetangga sebagai rasa terima kasih. Umat Hindu Bali biasa melakukannya saat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sedangkan, umat Muslim di Kampung Islam Kepaon, Denpasar Selatan atau di Muslim Pegayaman di Kabupaten Buleleng, melakukan Ngejot kepada warga dan kerabat dekat menjelang atau pada Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi Ngejot di Bali

Makanan yang di “ngejot” kan oleh umat muslim Bali adalah makanan khas lebaran, seperti opor ayam dan ketupat. Tidak hanya tradisi Ngejot saja, selama Ramadan juga ada tradisi yang menarik lainnya yaitu Megibung, adalah buka puasa dengan makan bersama dalam satu nampan. Megibung ini merupakan tradisi turun-temurun warga Kampung Islam Kepaon di hari ke 10, 20 dan 30 hari puasa.

tradisi megivung di Bali

Kegiatan Megibung di Kampung Islam Kepaon ini dimulai menjelang bedug tanda berbuka puasa berbunyi. Satu persatu warga berdatangan ke Masjid Al-Muhajirin. Mereka berkumpul di teras masjid sembari menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Saat waktunya tiba, kolak dan berbagai jajanan pun dibagikan.

Usai menyantap kolak, warga pun bersiap mengikuti salat maghrib. Setelah salat, barulah warga melakukan makan bersama dengan cara Megibung. Semua berbaur, ada Melayu, Bugis, Palembang maupun dari Bali sendiri. Mereka berkelompok 4-5, orang kemudian dibagikan makanan dalam nampan dan mereka makan bersama.


Sumber : http://www.wisatabaliaga.com/blog/ngejot-tradisi-lebaran-di-bali/
7 Makanan Khas Indonesia yang Mendunia

7 Makanan Khas Indonesia yang Mendunia


Indonesia terdiri banyak suku, budaya, tarian, dan tentunya adapun makanan khas di daerah masing-masing. Ada beberapa makanan khas indonesia yang mendunia, salah satunya yang di sebutkan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama yaitu adalah SATE. Berikut adalah 7 makanan Indonesia yang mendunia:

1. Gado-gado



Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Indonesia yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.

Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong. Bahkan gado-gado pernah menjadi juara saat festival makanan internasional.

2. Sate


Sate atau kadangkala ditulis satay atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi, babi, ikan, dan lain-lain) yang dipotong kecil-kecil,dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu (bergantung pada variasi resep sate). Biasanya sate diberi saus. Saus ini bisa berupa sambal kecap, sambal kacang, atau yang lainnya. Untuk sate bebek Tambak menu lengkapnya adalah sate, saus bumbu manis kacang tanah atau bumbu pedas (menurut selera) dan irisan tomat serta mentimun. Lalu sate dimakan dengan nasi hangat atau, kalau di beberapa daerah disajikan dengan lontong. Kadang-kadang sate dimakan dengan ketupat.

3. Nasi goreng



Nasi goreng juga dikenal sebagai masakan nasional Indonesia. Dari sekian banyak hidangan dalam khazanah Masakan Indonesia, hanya sedikit yang dapat dianggap sebagai makanan nasional sejati. Masakan nasional Indonesia ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta. Ada berbagai macam resep nasi goreng tapi unsur utamanya adalah nasi, minyak goreng, kecap manis. Selain itu banyak tambahan lain yang dapat dimasukkan, mulai dari sayuran, daging, sampai sambal, saos, kerupuk dan telur goreng.

4. Bakso



Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia, atau orang luar biasanya menyebut meatball (bola daging). Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Bahkan inovasi dari bakso sekarang yaitu bakso granat alias baksonya besar. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang.

5. Soto



Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapidan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing.

6. Gudeg



Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

7. Nasi kuning



Dan yang terakhir dari Cheshare yaitu nasi kuning. Nasi kuning adalah makanan khas Indonesia. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Dengan ditambahkannya bumbu-bumbu dan santan, nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih daripada nasi putih. Nasi kuning adalah salah satu variasi dari nasi putih yang sering digunakan sebagai tumpeng. Nasi kuning biasa disajikan dengan bermacam lauk-pauk khas Indonesia. Dalam tradisi Indonesia warna nasi kuning melambangkan gunung emas yang bermakna kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan.

Sumber : http://tukankcopas.blogspot.com/2013/06/7-makanan-khas-indonesia-yang-mendunia.html