SEJARAH KOTA MATARAM




Kota Mataram merupakan ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota dengan luas 6.130 km2 memiliki nilai historis yang tidak ternilai. Sejarah kota mataram dapat di tilik dari segi pencatatan sejarah, dapat juga di tilik dari sisi mistis. Menurut sejarahnya, Mataram adalah sebuah nama yang di hadiahkan Sultan Hadiwijoyo kepada Kyai Ageng Pamanahan.

Nama ini merupakah lambang kemenangan peperangan antara Danang Sutowijoyo dengan Raden Adipati Aryo Penangsang pada tahun 1527 di Jipang Panolan. Danang Sutowijoyo yang merupakan anak dari Kyai Ageng Pemanahan berhasil mengalahkan Raden Adipati Penangsang. Kyai Ageng Pemanahan meminta kepada Sultan Hadiwijoyo untuk menempati daerah tersebut. Sultan Hadiwijoyo menyetujui permintaan Kyai Ageng Pemanahan dengan syarat Kyai Ageng Pemanahan setuju untuk menjaga gadis pingitan Sultan Hadiwijoyo yang bernama Sahdan yang berasal dari Kalimanyat. Raden Adipati Penangsang menempati Mataram bersama Nyi Ageng Nis istrinya, Danang Sutowijoyo dan kedua menantunya Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang serta penasihatnya Ki Ageng Juru Martani.

Raden Danang Sutowijoyo yang telah menginjak dewasa mengganggu Sahdan. Hal ini di ketahui oleh Kyai Ageng Pemanahan maka menghadaplah Kyai Ageng Pemanahan beserta anaknya ke hadapan Sultan Hadiwijoyo. Mereka berjanji setia dan bertanggung jawab terhadap Sahdan. Ki Ageng Pemanahan mangkat pada tahun 1533. Ki Ageng Juru Martani menghadap Sultan Hadiwijoyo untuk mengabarkan mengenai mangkatnya Ki Ageng Pemanahan. Sultan Hadiwijoyo mengangkat Raden Danang Sutowijoyo menjadi pengganti ayahnya dengan memberikan nama Pangeran Haryo Mataram Senopati Pupuh.

Pada tahun 1551 Pangeran Haryo Mataran Senopati bergelar Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo dan menjadi penguasa tanah Jawa. Kanjeng Panembahan Senopati berhasil menurunkan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta. Kanjeng Panembahan Senopati berkuasa selama 13 tahun lamanya. Beliau wafat pada tahun 1563 dan digantikan oleh anaknya Kanjeng Susuhunan Prabu Hanyokrowati. Beliau kemudian mangkat dan digantikan oleh Sinuhun Prabu Hanyokrowati yang dikenal dengan gelar Sinuhun Seda Krapyak. Beliau mangkat pada tahun 1565. Berikut adalah silsilah kerjaaan Mataram :

  1. Sinuhun Brawijaya V yaitu raja Majapahit terakhir yang berputra Raden Bondan Kejawan (Kyai Ageng Tarub III)
  2. Kyai Ageng Tarub III
  3. Kyai Ageng Getas Pandowo
  4. Kyai Ageng Selo
  5. Kyai Ageng Nis
  6. Kyai Ageng Pemanahan
  7. Kanjeng Pemahan Senopati ing Ngalogo
  8. Sinuhun Prabu Hanyokrowati
  9. Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo
  10. Kalipatullah Panetep Penatagama Senopati Prang
Hal di atas merupakan sejarah kota Mataram secara singkat. Sebagaimana telah disebutkan di atas , sejarah kota Mataram sering kali di kaitan dengan Kanjeng Ratu Kidul, penguasa pesisir selatan jawa dan wilayah Samudra Selatan Nusantara. Beliau bertugas untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam entitasnya sebagai mahluk halus, Kanjeng Ratu kidul tidak memiliki wibawa yang imbang dengan Kanjeng Panembahan Senopati. Kanjeng Ratu Kidul ingin menjalin antara mahluk halus dan manusia. Dengan berat hati Kanjeng Panemahan Senopati menyetujuinya dan terjalinlah hubungan turun temurun antara keduanya.



Sumber: http://www.studentmagz.com | Foto: blog.travelpod.com